ANALISIS HUKUM TERHADAP PENGHASILAN MANUSIA SILVER BERDASARKAN FATWA MUI TAHUN 2022 ( Studi Kasus di Kota Medan).
DOI:
https://doi.org/10.30821/alwaqfu.v1i01.9Keywords:
Fatwa MUI, Manusia Silver, PenghasilanAbstract
Jurnal ini berjudul: ANALISIS HUKUM TERHADAP PENGHASILAN MANUSIA SILVER BERDASARKAN FATWA MUI TAHUN 2022 ( Studi Kasus di Kota Medan). Dalam penelitian ini dikemukakan permasalahan yaitu: Apa latar belakang lahirnya profesi manusia silver sebagai pencaharian di kota medan, Bagaimana ijtima’ fatwa MUI tahun 2022 terhadap pekerjaan sebagai manusia silver. Bagaimana pandangan MUI Sumatera Utara tentang penghasilan manusia silver, yang mana tujuan dari penelitian ini agar mengetahui apa faktor, pendapat dan hukum bagaimana penghasilan manusia silver. Jenis penelitian ini adalah yuridis empiris iyalah bagaimana bekerjanya hukum dilingkungan masyarakat dan sumber data yang di gunakan berasal dari data primer dan sekunder yang diperoleh langsung dari masyarakat melalui studi lapangan ( field research ) yang digabungkan dengan metode penelitian pustaka ( library research ), kesimpulan dari skripsi ini Motif manusia silver pada dasarnya adalah faktor ekonomi, mereka menganggap pekerjaan ini mudah untuk mendapatkan uang dibandingkan dengan mencari pekerjaan disuatu tempat usaha ataupun perusahaan. Bahkan ada juga anak yang masih sekolah menjadikan dirinya manusia silver, padahal mereka harusnya fokus bersekolah dan mengerjakan pekerjaan di sekolah maupun di rumah. Kerasnya hidup di jalanan telah memberikan pengalaman hidup, pengetahuan tentang bahayanya mewarnai cat silver di seluruh tubuh yang bisa menyebabkan masalah kulit bahkan kanker kulit, mereka agak khawatir karena sampai saat ini ada beberapa orang yang terkena sakit kulit. Walaupun mata mereka terlihat memerah di karenakan saat menjalankan aksinya langsung terkena teriknya matahari. Cairan cat umumnya mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kerusakan paru – paru, ginjal, tumor otak, kerusakan sistem saraf pusat, dan resiko lainnya bahwasanya pekerjaan yang dikerjakan manusia silver dilarang atau diharamkan karena bertentangan dengan syariat salah satunya membuka aurat, dijadikan sebagai profesi,meminta – minta .
References
Ali Zainudin, Hukum Ekonomi Syari’ah. Jakarta: Sinar Grafika, 2008.
Ayub Hasan, Fiqh al-Muamalat al-Maliyat al-Islam. Kairo Dar al-Salam, 2010.
Chairuman Pasaribu, Hukum Perjanjian Dalam Islam. Jakarta Sinar Grafika, 2004.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta Balai Pustaka, 2007.
Ibnu Hajar al-Asqalani, Fathul Bari, penerjemah, Gazirah Abdu Ummah. Jakarta Pustaka Azzam, 2002.
Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari Syarah Shahih al-Bukhari, dalam Ernang Hidayat, Fiqih Jual Beli. Bandung PT Remaja Rosdakarya, 2015.
Imam Malik, al-Muwaththa. Cetakan Dar’an-Nafa’is, Kitab Jual Beli.
Imam Nawawi, al – Majmu’ Syarh al – Muhadzdzab, jilid 9. Jeddah Maktabah Al Irsyad 1980.
Imam Nawawi, Raudhathuth Thalibin, Penerjemah : H. Muhyiddin Mas Rida, H. Abdurrahman Siregar, H. Moh Abidin Zuhri. Jakarta Pustaka Azzam, 2006.
Imam Al-Qurthubi, Al-Jami’ul Ahkamil Qu’ran Jilid V. Beirut Darul Kitabi ‘Amaliyah, 1993.
Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarah Arba’in an-Nawawi. Kairo Dir Ibn al-Jauzi, 2014.
Mardalis, Metode Penelitian. Jakarta Bumi Aksara, 1993.
Imam Mustafa Fiqih Muamalah Kontemporer. Jakarta PT Raja Grafindo Persada, 2016.
Muhammad al-Khatib al-Syarbaini, Mughniy al-Muhtaj. Beirut Dar al-Fikr), Juz II.
Muhammad az-Zuhaili, Al-Mu’tamad Fiqih Imam Asy-Syafii. Depok Gema Insani, 2018.
M Yazid Alandi, Fiqih Muamalah. Yogyakarta Logung Pustaka, 2009.
Nasroen Haroen, Fiqih Muamalah, Jakarta: Gaya Media Pratama, 200
Sahrani Sohari dan Ruf’ah Abdullah, Fikih Muamalah. Bogor Ghalia Indonesia, 2011.
Sarwat Ahmad, Ensiklopedia Fikih Indonesia 7 : Muamalat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2018.
Shalah ash-Shawi dan Abdullah Muslih, Fikih Ekonomi Keuangan Islam. Jakarta Darul Haq, 2004.
Suhrawadi K Lubis, Hukum Ekonomi Islam (Jakarta: Sinar Grafika, 2000), hlm. 144
Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah. Jakarta Penda Pundi Aksara, 2006.
Syarif al-Din Musa Ibn Ahmad Ibn Musa Abu al-Naja al-Hujawi, al-Iqna fi fiqh al-Imam Ahmad Ibn Hanbal. Dar al-Ma’rifah Beirut.
Syaikh Ahmad Farid, Min A’lam As-Salaf, Penerjemah : Masturi Ilham dan Asmu’i Taman. Jakarta Pustaka al-Kautsar, 2006.
Syaikh Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy, Jual Beli Yang Dibolehkan Dan Yang Dilarang. Bogor Pustaka Ibnu Katsir, 2006.
Taql al-Din Abu Bakar Muhammad Ibn al-Husaini, Kifayat al-Akhyar fi hill ghatay al-ikhtishar. Damaskus, 1994.
Wardi Muslich Ahmad, Fiqh Muamalah. Jakarta Amzah, 2013.
Dagum Save, M, Kamus Besar Ilmu Pengetahuan, Edisi kedua cet. V, Jakarta LPKN, 1997
Wahbah az-Zuhaili, Fiqh Islam Wa Adillatuhu, Damaskus Beirut Daar al-Fikr, 1985
Wahbah az-Zuhaili, Fiqih dan Perundangan Islam. Kuala Lumpur Dewan Bahasa dan Pustaka, 2002.
Wahbah az-Zuhaili, Fiqh Islam Wa Adillatuhu, penerjemah Abdul Hayyie Al-Kattani, dkk, Jakarta Gema Insani, 2011.
Yaqub Hamzah, Kode Etika Dagang Menurut Islam Surabaya. al-Ikhlas, 1990.
Jurnal
Muhammad Ali Akbar, Status Jual Beli dengan Sistem Urbun (Analisis Fatwa Dewan Syari’ah Nasional (DSN) No.13/DN-MUI/2000 tentang Uang Muka dalam Murabahah), VOL 2, No. 1 The Renewal of Islamic Ekonomic Law, 2021.
Fatwa
Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No : 13/DSN-MUI/IX/2000 Tentang Uang Muka Dalam Murabahah
Muhammad bin Abdulaziz al-Musnad, Fatwa Islam (Dar al-Watan 1413 H), Jilid II.
Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts al Ilmiyah Wa al-Ifta, fatwa no. 9388 oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, Abdurrazaq ‘Afifi, dan Abdullah bin Ghadayan.
Dewan Akademi Fikih Islam Internasional, Konferensi Kedelapan Tentang Uang Panjar di Bandar Seri Begawan Brunei Darussalam, 21-27 Juni 1993 M.




